TITIAN SALAF

"Syiarkan Sunnah, Kikis Bid'ah". Mencukupkan Diri Dengan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dengan Mengikuti Pemahaman Generasi Terbaik Para Sahabat Radhiyallahu’anhum

Breaking

Senin, 29 Desember 2025

Prioritas dalam Dakwah — Prioritas Utama Tidak Pernah Berubah

 


Pertanyaan: Apakah prioritas dalam mengajak kepada Islam berubah dari satu generasi ke generasi atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain? Dan apakah para pendakwah dari semua generasi wajib memulai dakwah mereka dengan mengajak kepada Akidah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ﷺ?


Jawab: Tidak diragukan lagi bahwa ajakan Islam, sejak diutusnya Rasulullah ﷺ hingga hari Kiamat, prioritas dan dasar-dasarnya tetap sama. Ia tidak berubah seiring perubahan zaman.


Akan tetapi, pada sebagian masyarakat, beberapa prinsip dasar sudah ada,  tanpa ada pemahaman yang menyimpang atau merendahkannya. Oleh karena itu, pendakwah lebih memfokuskan pada bagian yang masih kurang dipahami oleh masyarakat tersebut.


Prinsip-prinsip dakwah kepada Islam itu sendiri tidak pernah berubah. Ketika Rasulullah ﷺ mengutus Mu’adz ke Yaman, beliau bersabda kepadanya:


«فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى، فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ، فَإِذَا فَعَلُوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقَرَائِهِمْ»


“Hendaklah hal pertama yang engkau ajak kepada mereka adalah bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Jika mereka telah menerima ajakan itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka telah melakukannya, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat atas harta mereka, diambil dari orang-orang kaya di antara mereka lalu diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.”[1]


Inilah dasar-dasar dakwah yang harus kita pegang teguh ketika mengajak orang-orang kafir kepada Islam. Namun, jika kita sedang mengajak umat Muslim yang sudah mengetahui bagian pertama dari hadits ini — yaitu tauhid — tanpa ada kekurangan atau penyimpangan di dalamnya, maka kita lanjutkan kepada hal-hal yang disebutkan setelahnya, sebagaimana jelas dalam hadits tersebut.


Syaikh Muhammad Ibn Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah 


[1]: HR. Al-Bukhari no. 7372 dan HR. Muslim no. 19.


Diterjemahkan dari: Fatawa Islamiyah Volume 8, hal 58 - 59

Tidak ada komentar:

Posting Komentar